Fuady Rosma Hid...'s profileFu's PensievePhotosBlogListsMore Tools Help

Blog


    November 07

    Matchday 2, vs Kentukcy FC, 4-0

    • Para pemain
      • 3309 FC
      1. Kresna
      2. Adun
      3. Wisnu
      4. Renggo
      5. Fu
      6. Hafiz
      7. Baim
      • Kentucky FC
      1. Hisma Mulya 
      2. Ishak Sianturi
      3. M Ghafur AWS
      4. Syarief Abdurrahman
      5. Dhiemas RYS
      6. Indra Chamatz
      7. Ferdian Jovan
    • Skor akhir: 3309 FC (4) - (0) Kentucky FC
    • Pencetak gol: Hafiz (1-0), Fu (2-0), Hafiz (3-0), Hafiz (4-0) 

    Sebelum bertanding, Fu pesan kepada mereka, bahwa kami harus yakin that the God is always with us. Tandanya, keberuntungan selalu menyertai kita. Tidak ada yang bisa memberikan keberuntungan selain Allah. Nah, pertandingan pekan lalu saja kami bisa memetik 1 poin padahal permainan kami sungguh buruk. Apalagi jika permainan kita bagus, dan percayalah, pasti Allah akan tetap menurunkan magic-magic Nya.

    Selain itu, dalam bersiap-siap menghadapi pertandingan ini, Fu, Hafiz, Renggo dan Andra sudah berlatih untuk melakukan passing-passing cepat. Dengan sering oper-operan, setiap pemain dalam tim akan lebih mudah dalam saling memahami. Latihan pertama hari Kamis malam, setelah shalat Maghrib. Latihan ke dua hari Jumat sore. Kami sangat berharap strategi baru ini (yaitu One-Two, One-Two-Three, serta Umpan Tarik) akan berhasil di pertandingan kami yang ke-2.

    Yap, babak pertama berjalan kurang lancar. Menguasai jalannya pertandingan, kami baru berhasil mencetak satu gol melalui One-Two-Three Fu dan Hafiz yang diselesaikan dengan baik oleh Hafiz. Sekali lagi, gawang Kresna diselamatkan oleh "tangan ajaib yang tak tampak" sehingga peluang emas Hendrik yang tinggal sendirian di depan gawang terbuang sia-sia. Beberapa pemain kami protes akan strategi yang terlihat lambat dan mandul itu, tapi Fu percaya kenyataan kami belum mencetak gol di babak pertama hanyalah karena belum terbiasa. Fu percaya strategi ini paling bagus untuk tim 3309 FC.

    Babak ke dua dimulai.. Hafiz keluar dan Renggo bermain di depan. Fu berhasil mencetak gol dengan menggunakan tumit kaki kanan. Gol tersebut adalah hasil kerjasama One-Two dengan Renggo yang juga assist dengan menggunakan tumit ke Fu. 2-0 untuk 3309 FC. Tak lama, Hafiz masuk kembali ke lapangan dan mencetak sebuah gol lagi sehingga keunggulan kami semakin sulit untuk dikejar tim lawan. 3-0 untuk 3309 FC. Tak lama kemudian juga kami berhasil menambah gol lagi berkat jasa Baim yang berani overlap melalui sisi kiri lapangan. Umpan matangnya ke Hafiz membuat Hafiz dengan mudah menceploskan bola ke gawang lawan. Hasil 4-0 ini bertahan hingga pertandingan usai.

    Hal lain yang perlu dicatat dari pertandingan ini adalah betapa beruntungnya Kresna sebagai keeper. Berkali-kali dia diselamatkan baik oleh "tangan ajaib yang tak tampak" maupun oleh tiang-tiang gawang yang seakan menjadi penjaga gawang ke-3, ke-4, dan ke-5. Mungkin Kresna selalu minum Felix Felicis menjelang pertandingan dimulai.

    Kesimpulannya, kami sebenarnya sudah bermain dengan strategi yang sangat tepat, namun hanya perlu membiasakan diri saja. Memang harus bersabar untuk menerapkan strategi yang tepat. Nah, pekan depan super big match melawan GJTG. Apakah kita akan menggunakan strategi ini lagi???

    October 28

    Matchday 1, vs Airborne, 3-3

    • Para pemain
      • 3309 FC
      1. Kresna
      2. Adun
      3. Wisnu
      4. Renggo
      5. Fu
      6. Hafiz
      7. Andra
      • Airborne
      1. Hendra
      2. Femphy
      3. AW
      4. Arif
      5. Aji
      6. Smel
      7. Pak Adilla
      8. Edwin
    • Skor akhir: 3309 FC (3) - (3) Airborne
    • Pencetak gol: Aji - own goal (1-0), Aji (1-1), Aji (1-2), Edwin (1-3), Hafiz (2-3), Hendra - own goal (3-3)
     
    Kami mengawali pertandingan dengan cukup baik, dan menggunakan strategi yang sama dengan tahun lalu dalam menghadapi Smel dkk, yaitu Catenaccio. Pada pertengahan babak pertama, Andra memiliki peluang yang sangat bagus namun sayang tendangannya masih bisa ditepis oleh Hendra. Hasil babak pertama adalah 0-0. Pertandingan baru mulai seru pada babak ke dua. Fu memberikan umpan dari sisi kanan lapangan dan Andra berhasil menerimanya dengan memberikan satu sentuhan ke arah gawang. Sayangnya sentuhan itu terlalu lemah dan Hendra sudah siap menangkap bola ketika tiba-tiba Aji secara tidak sengaja menyenggol bola dengan kakinya sehingga bola masuk ke gawangnya sendiri. Skor 1-0 untuk 3309 FC.
     
    Mungkin Aji langsung panas sehingga tidak lama kemudian ia mencetak gol 2 kali sehingga skor berbalik 1-2 untuk keunggulan Airborne. Lagipula, penyakit lama, setelah mencetak gol konsentrasi pertahanan menjadi buyar. Beberapa saat setelah itu, Pak Adilla mengirim umpan ke tengah dan Kresna gagal menangkap bola. Fu sudah menjaga di tengah gawang namun bola sudah melewati kaki Fu sehingga dengan mudah Edwin menjebol gawang kami. Skor 1-3 untuk Airborne.
     
    Satu hal yang bisa Fu banggakan dengan 3309 FC adalah semangatnya yang tiada akhir. Mungkin karena pengalaman juga, sehingga kami yakin ketinggalan 1-3 bukanlah akhir segalanya, setidaknya sebelum peluit akhir berbunyi. 3309 FC masih memiliki harapan dan terus menyerang. Hasilnya, Hafiz berhasil membuat sebuah gol cantik melalui sundulan kepalanya. Skor 2-3, masih untuk keunggulan Airborne. Semangat kami semakin membesar. Menit-menit akhir, Hafiz mengambil corner kick dan mengirim bola ke tengah dengan cukup keras. Bola mengenai kaki Hendra dan melesat ke gawangnya sendiri. Gila! Skor imbang 3-3. Beberapa saat setelah itu, wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir. Ya, masing-masing tim membawa pulang 1 poin karena hasil akhir pertandingan ini adalah seri 3-3.
     
    Sebagai penutup, Fu bisa menilai, hari itu kami bermain buruk, bahkan yang terburuk yang pernah kami jalankan. Namun dengan akhir seri 3-3, kami tidak boleh bersedih hati. Apalagi 2 diantara gol kami justru dicetak oleh lawan. Kami harus berbahagia akan hal itu, dan meminta maaf kepada tim Airborne karena begitu beruntungnya tim kami.
     
    Semoga di pertandingan berikutnya kami bisa memperoleh hasil yang lebih baik!
    October 26

    Story of the Winning Team

    Tulisan ini juga merupakan kutipan dari email Fu di mailing list EAL
     
    Ya, berpendapat sama dengan Pras, agaknya perlu juga diberikan sedikit ringkasan tentang perjalanan The Winning Team dalam CS League tahun lalu: 3309 Futsal Club.
     
    3309 FC terbentuk secara "aneh" dan "dadakan", karena empat pemain dari Persetan 2003 plus empat pemain dari Dora Dori memutuskan untuk membuat sebuah tim Futsal untuk berkompetisi di CS League 2006-2007. Sebagai catatan, Persetan 2003 adalah juara CS League 2005-2006 dan Dora Dori adalah runner up CS League 2005-2006. Jadi, setengah tim juara dan setengah tim runner up bergabung. Bagi orang awam, itu seperti curang. Seperti AC Milan bergabung dengan Manchester United, misalnya. Tapi bagi yang tahu bagaimana Persetan 2003 dan Dora Dori, pasti berpendapat, bahwa tim gabungan ini hanya merupakan penggembira. Ya, jelas, di atas kertas, kekuatan Persetan 2003 dan Dora Dori kalah jauh dengan tim 2005 (yang isinya Bram, Meldi, dkk) dan tim 2004 (yang isinya Smel, Aji, dkk). Memang pada awalnya toh tujuan tim kami, 3309 FC, bukan sebagai calon kuat juara, karena lebih melihat sebagai partisipan saja, ikut meramaikan acara BEM Fasilkom, walaupun kalau memang bisa berprestasi, kami sangat bersyukur.
     
    Dan, ngomong-ngomong, 3309 FC menggunakan 3309, yaitu nama ruang EAL di mana kami "berlatih" selama 1 tahun menghabiskan "masa muda" kami bermain Winning Eleven. Parah sekali memang.. Penyalahgunaan Fasilitas.. Ya.. setidaknya kami tidak seburuk itu sekarang..
     
    Oiya, karena yang menulis ini adalah dari sisi pemenang, ya mungkin cerita ini tidak bisa 100% memuaskan seluruh pembaca, apalagi bagi tim yang pernah menjadi lawan. Pasti cerita ini sudah gua bumbui berbagai penyedap. Tapi setidaknya isi cerita ini mengandung fakta. Yakk kembali ke cerita...
     
    Nah, sejak pembagian grup, kami yakin perjalanan untuk lolos kualifikasi tidak terlalu sulit. Bukan meremehkan lawan, tapi kami rasa dengan kekuatan kami akan cukup untuk lolos ke babak selanjutnya. Oiya, detail turnamen tahun lalu adalah:
    1. Terdapat 12 tim yang jadi peserta.
    2. Terdapat empat grup sehingga masing-masing grup terdiri dari 3 tim.
    3. Terdapat 8 pemain untuk setiap tim.
    4. Babak pertama, yaitu babak penyisihan grup, berlangsung secara Round Robin dan Half-Season (setiap tim saling bertemu namun hanya satu kali).
    5. Tim yang menjadi juara grup akan lolos ke babak Play-Off.
    6. Karena ada empat tim yang lolos ke Play-Off, maka langsung babak semi final.
    7. Tim yang menang di babak semi final akan lolos ke babak final.
    8. Tim yang menang di babak final akan menjadi juara.
    Sebelum menceritakan perjalanan sehingga menjadi juara, maka perlu dibuat dulu profil para pemain 3309 FC. Berhubung 6 pemain sudah diceritakan di email yang sebelumnya, maka tinggal Pras dan Yewe yang belum dibahas.
     
    YeWe. Defender. Makhluk satu ini tidak disangka menjadi pemain belakang yang sangat handal di angkatan 2003, bahkan performanya lebih baik daripada Adit '03. Karena Yewe berkaki empat (begitulah menurut keyakinannya) , sulit bagi pemain lawan untuk melewati Yewe. Dedikasi dan konsentrasinya di lini belakang sangat membuat gua sebagai kapten tim waktu itu, merasa aman dan nyaman. Blocking dan stealing-nya sangat membantu 3309 FC dalam menjadi juara.
     
    Prastudy. Striker. Tidak ada orang yang lebih tepat untuk menempati posisi striker murni selain Pras. Kombinasi insting, akurasi, shoot power, kecepatan, dan reaksi yang dimilikinya sangat pas untuk menjadi ujung tombak. Sebagai seorang kapten, gua belum pernah dikecewakan oleh pemain satu ini. Menjadi top scorer pada CS League 2005-2006 (2 tahun lalu) dengan 9 gol (betul gak Pras? sori udah agak lupa..) sudah menjadi bukti seberapa bahaya seorang Prastudy.
     
    1. Babak penyisihan grup, pertandingan pertama, melawan The Kickers (2002).
    Sebelum pertandingan, walaupun sangat terlarang, kami (setidaknya gua pribadi) tetap saja agak meremehkan tim lawan. Pasalnya, tim 2002 memang biasanya kurang beruntung dan lebih mudah lelah (kecuali Sayudi). Belum lama babak pertama mulai, kami sudah unggul 2-0. Hal ini membuat kami semakin sombong. Sekali lagi, ini merupakan hal yang sangat terlarang. Akibatnya, alih-alih menambah keunggulan, keadaan berbalik menjadi 2-5. Hampir tidak dapat dipercaya, namun hal itu terjadi. The Kickers sempat unggul 3 gol! Akhirnya, kami kembali bermain sebagaimana mestinya, ditambah penyesalan telah meremehkan tim lawan. Hasil akhirnya adalah hasil yang kami harapkan, yaitu kami menang. Dan kami bersyukur, skor kemenangan ini sangat mengembalikan kepercayaan diri kami yang sempat hilang beberapa saat ketika masih ketinggalan 3 gol dari The Kickers. Skor akhir pertandingan ini adalah: 9-5 untuk 3309 FC.
     
    2. Babak penyisihan grup, pertandingan ke dua, melawan Kelas Internasional (lupa namanya).
    Tidak punya peta kekuatan tentang bagaimana permainan tim lawan, kami memulai pertandingan dengan cukup hati-hati. Pertandingan berjalan dengan cukup baik dan sesuai dengan harapan. Kami unggul 1-0, lalu menyusul 2-0. Pertandingan menjadi cukup menegangkan. Sejujurnya, mereka merupakan tim yang tangguh. Kami memperbesar keunggulan menjadi 3-0. Akhirnya mereka berhasil mencetak sebuah gol. Skor akhir pertandingan ini adalah: 3-1 untuk 3309 FC.
     
    Dua kali menang di babak penyisian, membuat kami menjadi juara grup dan lolos ke semi final.
     
    3. Semi final, melawan tim 2004 (lupa namanya).
    Hampir tidak ada harapan menang untuk melawan tim 2004 ini. Mereka punya Smel, Aji, Hendra, Edwin, Arif, dan lainnya. Satu-satunya strategi yang bisa kami terapkan adalah: Catenaccio alias bertahan gila-gilaan. Hal ini supaya, walaupun kami kalah, setidaknya tidak kalah memalukan dalam jumlah yang besar. Namun tanpa disangka, strategi ini secara ajaib sangat efektif. Kami yang jarang menyerang membuat mereka sering menyerang dan sangat cepat kelelahan. Berkali-kali gagal dalam mencetak gol --Yewe sangat bermain efektif untuk memblock mentah-mentah setiap tendangan Smel-- membuat kepercayaan diri Smel turun drastis. Selain itu, mereka bermain pas-pasan. Hanya ada 1 pemain cadangan untuk ganti-gantian. Keletihan mereka dan kebingungan mereka meruntuhkan Catenaccio kami dapat kami manfaatkan dengan baik. Jarang menyerang, tapi kami menciptakan banyak gol. Gua agak lupa jalannya pertandingan ini, tapi kalau tidak salah, skor akhir pertandingan ini adalah: 7-3 untuk 3309 FC.
     
    4. Final, melawan tim Compaq.
    Sungguh aneh, lawan yang lolos ke final adalah tim Compaq, bukan tim Kepingin Tampil yang kalau tidak salah ada Jan '05. Gua pribadi tidak menyangka akan bertemu mereka walaupun beberapa pemain mereka sangat patut diwaspadai. Di antaranya adalah Chandra (yang waktu itu menjadi top scorer), Renggo (yang bermain sangat mobile), dan Ilman (kiper yang selalu berada di tempat yang tepat di saat yang tepat). Namun demikian, penyakit anak muda kembali menghampiri kami: meremehkan lawan. Ditambah lagi dengan berhasilnya kami menaklukan tim 2004 dengan skor yang sangat meyakinkan, penyakit terlarang itu semakin menjadi-jadi. Pertandingan berlangsung terasa cepat sekali. Tim Compaq unggul 1-0. Gua inget banget waktu itu bilang: "santai.. santai.. baru 1-0". Tak lama, mereka menambah keunggulan menjadi 2-0. Dan ua juga inget banget waktu itu bilang: "santai.. santai.. masih 2-0 kok..". Setelah Chandra masuk, sentuhan pertamanya membuat skor menjadi 3-0, dan ini membuat gua untuk bilang: "woy! woy! kita kalah 3-0, gimana ini!". Yahh.. dengan banyak keberuntungan dan pengalaman (kan kami pernah ketinggalan 2-5 dari tim Kickers waktu babak penyisihan kemudian berbalik menang 9-5), akhirnya di babak ke-2 kami bangkit dan balas bermain cepat. Hafiz membuka pintu harapan dengan mencetak gol pertama bagi kami. Skor 3-1. Gol ini membakar semangat kami. Pertandingan sudah berjalan cukup lama. Akhirnya tendangan asal-asalan gua di depan gawang kena kaki Renggo dan bola masuk ke gawang Ilman. Skor 3-2. Tak lama, setelah berlari di sisi kiri, memberi umpan yang cukup manis ke Andra, dan fyuh.. skor 3-3. Kami serasa orang yang baru bisa bernafas setelah selama 20 menit menahan nafas. Kondisi kedua tim tampak nyata sekali, mereka jatuh dan kami di atas angin. Memanfaatkan situasi ini, kami berhasil menambah keunggulan melalui Hafiz (atau Andra ya? lupa..). Sebagai penutup, akhirnya gua bisa memupuskan harapan tim Compaq dengan menambah 1 gol lagi. Skor akhir pertandingan final adalah: 5-3 untuk 3309 FC.
     
    Banyak yang bisa dipetik dari CS League tahun lalu... Salah satunya adalah rasa "meremehkan" yang harus kita hilangkan, dan percayalah.. bahwa selama peluit tanda pertandingan berakhir belum dibunyikan oleh wasit, kita masih bisa "melakukan sesuatu". Latihlah stamina dengan baik, karena setelah lawan kehilangan stamina, seberapa buruknya skill bermain bola pun, stamina adalah senjata yang sangat mematikan. Bayangkan: katakanlah skill kita hanya 50 dari 100. Tim lawan 90 dari 100. Tapi saat stamina habis, itu berarti tim lawan mendekati off alias tidak bisa menggunakan skillnya dan walaupun skill kita hanya 50, setidaknya kita masih bisa bergerak, berlari dan menendang. Itu saja sudah cukup untuk melawan tim tangguh yang sedang kecapekan...
     
    Sooo... buat 3309 FC yang baru, selamat berjuang, semoga mencapai hasil yang terbaik dan.. salam olahraga!
     
    PS: Oiya, bagi yang masih lebih inget jalan ceritanya, tolong tulisan di atas direvisi ya..

    Fuady Rosma Hidayat

    Microsoft Innovation Center Lead, University of Indonesia

    October 24

    Mengejar kembali trofi juara!

    Ini adalah kutipan tulisan Fu di email di mailing list-nya EAL
     
    Dear EAL crews, khususnya yang suka Olahraga wabil khusus lagi yang suka Futsal
     
    Salam olahraga! Salam setia! (lho.. emangnya Pramuka..)
     
    Seperti yang kita tahu semua, bahwa BEM Fasilkom UI ngadain kompetisi Futsal: CS League 2007-2008 yang rencananya akan berlangsung satu tahun penuh dengan format kompetisi Half-Season plus Play-Off. Jumlah tim yang ikut ada 22 (bandingkan dengan tahun lalu yang hanya 12). Terdapat dua grup, sehingga satu grup terdiri dari 11 tim.
     
    EAL mendaftar sebagai 3309 Futsal Club, nama yang sama yang kita gunakan pada tahun lalu. Dan ngomong-ngomong, tahun lalu kita juara lho! Hehe.. Nah, kebetulan EAL berada di Grup B, yaitu grup "neraka", di mana ada tim GJTG FC yang isinya merupakan pemain-pemain top dari angkatan 2005 + sayudi '02. Selain itu ada tim Airborne, yang ada Smel sang pemilik shoot power 99, beserta rekan-rekannya sesama 2004 + Pak Adilla. Ada juga tim The Never Fading Dream Team, yang isinya semuanya adalah anak-anak 2002 yang bisa jadi kuda hitam di turnamen ini. Belum lagi ada tim Ganteng FC yang kebanyakan pemainnya merupakan jebolan tim Compaq yang tahun lalu menjadi runner up setelah kita kalahkan 5-3 di final, salah satu yang paling berbahaya tentunya Chandra (yang juga anak EAL) yang menjadi top scorer tahun lalu yang bahkan mengalahkan Pras dan Hafiz. Keeper mereka Ilman yang entah kenapa hampir selalu berada di tempat yang tepat di waktu yang tepat. Sisa tim yang tidak dapat gua sebutkan satu-persatu juga tidak bisa diremehkan.. So, pada intinya, perjalanan menuju tangga juara akan sangat berat tahun ini apalagi mengingat kita kehilangan Pras dan Yewe yang sudah berkelana ke dunia lain..
     
    Namun begitu, rasanya ada sebuah titik cerah, karena dari masing-masing grup akan meloloskan 4 tim teratas sehingga walaupun inginnya lebih dari sekedar peringkat ke-4, lolos ke babak Play-Off sebagai peringkat ke-4 pun kita akan sangat bersyukur. Ditambah lagi, kehilangan Pras dan Yewe agaknya cukup terbayar dengan masuknya Adun '04 dan Renggo '05. 
     
    Sekarang saatnya membahas tim kita sendiri, mulai dari posisi paling belakang sampai paling depan
     
    Kresna. Goal Keeper. Entah sejak kapan, ini anak hoki-point-nya hampir menyamai hoki-point gua. Yang terlihat di lapangan, dia itu kiper yang handal dan membuat stress striker lawan. Kenapa? Karena seringkali Kresna dibantu oleh tiang gawang! Salah satu hal yang paling berbahaya dari Kresna adalah Long-Throw nya yang berkali-kali berhasil dimanfaatkan oleh striker kita untuk menjebol gawang lawan.
     
    Wisnu. Defender. Karena Yewe sudah pergi, maka sepertinya anak ini yang menjadi defender paling disiplin. Kemampuannya untuk menjaga lini pertahanan sudah tidak perlu diragukan lagi. Wisnu akan menjadi pilihan utama untuk memimpin area pertahanan 3309 FC tahun ini.
     
    Adun. Defender. Nah, sejauh yang gua tahu, ini anak mainnya grasak-grusuk dan tentunya hal ini menguntungkan tim kita karena bisa jadi pemain lawan cedera gara-gara Adun. Hehehe.. yang jelas, permainan kerasnya akan sangat dibutuhkan oleh 3309 FC setelah kita kehilangan Yewe.
     
    Baim. Defender. Selain menjadi Defender, sebenarnya Baim yang sangat diandalkan menjadi kiper. Berhubung hoki Kresna melebihi hoki siapapun, akan sangat membantu jika Baim dimainkan sebagai Defender. Selain itu, Baim mampu melakukan overlapping hingga ke gawang lawan sehingga beberapa kali akan membantu penyerangan, bahkan pernah mencetak gol.
     
    Renggo. Midfielder. Anak ini kecil dan lincah dan sangat jelas sekali merupakan salah satu pemain tengah terbaik pada CS League tahun lalu. Kita sangat beruntung memiliki Renggo untuk tahun ini karena kekuatan tembok pertahanan serta daya dobrak penyerangan kita akan sangat meningkat. Ya, Renggo memiliki naluri bertahan dan menyerang yang sama baiknya.
     
    Fuady. Midfielder. Satu hal yang paling menonjol dari bocah ini (bocah? huekkk!) adalah semangat tanpa batas yang disertai dengan stamina (hampir) tak terbatas. Sayangnya, overweight (halah.. bilang aja kelebihan berat badan..) akan banyak mengurangi performa sang mantan kapten ini. Namun demikian, visi permainan dan umpan-umpan akuratnya akan membuat 3309 FC sebagai "bukan tim biasa".
     
    Andra. Striker. Gerakan-grakannya yang menakjubkan akan menjadi momok bagi pertahanan lawan. Ketenangannya dalam mencetak gol (walaupun gara-gara saking tenangnya justru malah gak jadi gol) tidak dapat disaingi oleh pemain lainnya. Karena tidak ada Pras, maka Andra akan bermain sebagai penyerang murni pada turnamen tahun ini.
     
    Hafiz. Striker. Berada di peringkat ke-2 sebagai pencetak gol terbanyak CS League tahun lalu, Hafiz tidak perlu diragukan lagi akan menjadi tumpuan permainan 3309 FC. Ujung tombak satu ini sangat licin bagaikan belut walaupun ukuran tubuhnya mirip bayi ikan paus (walah.. hiperbolis.. padahal perut yang nulis lebih gede lagi). Instingnya dalam melakukan penyerangan sangat efektif dan acap kali Hafiz mencetak gol penting di pertandingan tahun lalu.
     
    Well, komentar gua untuk tim kita adalah.. tim kita memang bukan tim yang berisi pemain-pemain yang hebat... hanya saja setelah dikombinasikan sedemikian rupa, toh tetap tim kita merupakan tim yang kuat, bahkan sangat kuat. Target untuk saat ini cukup melihat lolos ke Play-Off dulu, yaitu artinya kita berada di 4 besar Grup B. Baru kemudian setelah lolos, kita bisa prediksi bagaimana nasib kita selanjutnya di babak hidup-mati.
     
    Nahh.. 3309 FC, sebagaimana juga tim lainnya, akan memainkan 10 pertandingan di babak penyisihan grup. Jika lolos, akan ikut babak perempat final. Jika menang, kita akan bermain di semifinal. Dan jika menang di semifinal, tentunya bermain lagi di final. Jadi minimal kita bermain 10 kali dan maksimal 13 kali.
     
    Walaupun sistem tahun ini berbeda dan pastinya akan sangat melelahkan, trofi juara harus tetap kita pertahankan. It's all abaout honour (ciye ilee)
     
    Yahh.. EAL crews, mohon doanya, restunya dan dukungannya, karena toh 3309 FC sangat merepresentasikan EAL di dunia CS League. Oiya, bagi anak EAL yang menjadi anggota tim lain, harap mengalah jika bertemu 3309 FC.. wakakak.. gak deng.. kita bermain professional aja.
     
    Salam olahraga!

    Fuady Rosma Hidayat

    Microsoft Innovation Center Lead, University of Indonesia